Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Plasenta Previa Di RSUD Pariaman Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Rahmayetti
Advisor:
Zuraida
Sari, Novi Wulan
Sari, Novi Wulan
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Plasenta Previa, Usia, Paritas, Jarak Kehamilan, Riwayat SC dan Riwayat Kehamilan Ganda.
DOI:
-
Abstract :
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan diseluruh dunia lebih dari 585.000 ibu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin artinya, setiap menit ada satu perempuan yang meninggal berdasarkan data yang didapatkan badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO), prevalensi plasenta previa pada tahun 2014, sekitar 367 dari 100.000 kelahiran setiap tahunnya,Bahaya perdarahan antepartum umunya bersumber pada kelainan plasenta, sedangkan perdarahan yang tidak bersumber pada kelainan plasenta seperti kelainan serviks biasanya tidak terlalu berbahaya, oleh karena itu pada setiap perdarahan antepartum harus selalu dipikirkan bahwa hal itu bersumber pada kelainan plasenta. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Faktor risiko penyebab terjadinya plasenta previa di RSUD Pariaman tahun 2017. Penelitianini bersifat Deskriptifanalitik dengan desain cross sectionalyang dilakukan di RSUD Pariaman pada Agustus- September 2017. Teknik pengambilan sampel dengan cara Total Sampling sebanyak180 orang. Analisa univariat dilakukan secara univariat dan bivariat digunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 115 (63,9%) ibu memiliki usia tidak beresiko plasenta previa, terdapat 125 (69,4%) ibu memiliki paritas tidak beresiko plasenta previa, terdapat 101 (56,1%) ibu memiliki jarak kehamilan tidak beresiko plasenta previa, terdapat 172 (95,6%) ibu tidak memiliki riwayat SC, terdapat 18 (90,0%) ibu tidak memiliki riwayat kehamilan ganda, terdapat 127 (70,6%) ibu tidak plasenta previa dari 180 responden dan terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas, jarak kehamilan, riwayat SC dan riwayat kehamilan ganda dengan kejadian plasenta previa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara antara usia, paritas, jarak kehamilan, riwayat SC dan riwayat kehamilan ganda dengan kejadian plasenta previa di RSUD Pariaman tahun 2017. Disarankan pada responden untuk sering memeriksa kehamilan ke tenaga kesehatan.