Evaluasi Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) Pada Bidan Desa Saat Melakukan Pertolongan Persalinan Di Kecamatan Rao Utara Tahun 2017
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sulastri, Sri
Advisor:
Putri, Yelmi Reni
Nurdin
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Ketersediaan sumber daya, penggunaan APD pada bidan, persepsi, sikap.
DOI:
-
Abstract :
Alat Pelindung Diri (APD) merupakan metode pencegahan dan pengendalian infeksi yang harus rutin dilaksanakan terhadap semua pasien maupun petugas di semua fasilitas pelayanan kesehatan. Bidan merupakan tenaga profesional yang bertanggung jawab menolong persalinan sehingga infeksi nosokomial dapat dicegah dengan penggunaan APD, namun belum berjalan sesuai prosedur. Berdasarkan observasi pendahuluan yang dilakukan pada 5 bidan desa didapatkan bahwa semuanya tidak menggunakan APD secara lengkap saat melakukan pertolongan persalinan normal. 1 orang diantaranya menggunakan APD lengkap kecuali kaca mata. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan APD pada bidan desa saat melakukan pertolongan persalinan di Rao Utara tahun 2017. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan metode penelitan Kualitatif. Pengolahan data diolah dalam bentuk tekstular yaitu kutipan jawaban informan dan tabel untuk kesimpulan jawaban dan analisa. Jumlah sampel yang digunakan yakni 6 informan, 4 bidan desa, 1 bikor Puskesmas dan 1 dari Dinas Kesehatan. Penelitian dilakukan bulan Juli sampai Agustus 2017 di Rao Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bidan desa tidak menggunakan APD lengkap saat melakukan pertolongan persalinan dikarenakan kurangnya kesadaran dalam penggunaan APD, ketersediaan sumber daya tanggungan pribadi, persepsi kenyamanan penggunaan, kondisi dan pandangan masyarakat bertentangan dengan penggunaan APD (dianggap merendahkan pasien). Kebijakan dan pengawasan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas menjadi pendukung terhadap penggunaan APD bidan desa. Kesimpulan dari hasil penelitian menyatakan bahwa perlu adanya perhatian lebih pemerintah terhadap bidan desa untuk mensosialisasikan peraturan terkait APD. Menyediakan fasilitas saat menolong persalinan yang benar dan lengkap sehingga meningkatkan kesadaran bidan tentang pentingnya keselamatan dalam bekerja dan mematuhi peraturan tersebut.