Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual PraNikah pada Remaja di SMA Swasta Rengat Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Pratiwi, Sherly
Advisor:
Putri, Yelmi Reni
Putra, Billy Harnaldo
Putra, Billy Harnaldo
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, peran guru, peran orang tua, media massa, perilaku seksual pranikah.
DOI:
-
Abstract :
Pada tahun 2014 tercatat sebanyak 28 kasus HIV AIDS di Kota Rengat dengan 50% nya terjadi pada kelompok usia remaja. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang faktor penyebab serta bahaya dari HIV/AIDS tersebut dan pergaulan yang terlalu bebas . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Pra Nikah pada Remaja di SMA Swasta Rengat Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa dan siswi SMA Swasta Rengat yaitu sebanyak 183 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 183 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner penelitian tentang pengetahuan, peran orang tua, peran guru, keterpaparan media massa dan lembar observasi perilaku seksual pranikah. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat yang akan dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,1% responden berpengetahuan rendah, 47,5% peran orang tua kurang baik, 55,2% peran guru kurang baik, 80,9% terpapar media massa dan 36,6% berperilaku seksual pranikah yang melakukan. Ada hubungan pengetahuan (p = 0,011, OR = 2,348), peran orang tua (p = 0,008, OR = 2,400), peran guru (p = 0,003, OR = 2,698) dan media massa (p = 0,001, OR = 5,744) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. Dapat disimpulkan bahwa dari beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja, media massa merupakan faktor dominan yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada remaja, untuk itu diharapkan kepada semua pihak terutama orang tua dan guru untuk selalu mengontrol dan mengawasi penggunaan media informasi baik melalui smartphone, maupun media lainnya agar anak tidak terpapar pesan-pesan maupun adegan seksual.