Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Luka Post Sectio Cesaria Di RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Nengsih, Yulia
Advisor:
Oktavianis
Wahyuni, Aria
Wahyuni, Aria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Perawatan luka, pemberian antibiotic, mobilisasi dan kejadian infeksi.
DOI:
-
Abstract :
Luka operasi termasuk dalam bentuk luka bersih. Meskipun termasuk dalam kategori luka bersih, tetapi pasien dengan luka pasca operasi tetap berisiko infeksi sebagai salah satu komplikasi luka pasca operasi. Pada survey awal di RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi di dapatkan dalam tahun 2016 ada 1255 operasi bersih yang di lakukan, 818 di antaranya adalah operasi Sectio Cesaria. Dalam 1 tahun ada 10 orang pasien yang mengalami Infeksi Luka Operasi, 5 diantaranya adalah infeksi luka post Sectio Cesaria. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi luka post sectio cesaria di RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan uji Chi Square. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post Sectio Cesaria. Penelitian ini telah di lakukan bulan Agustus 2017. Pengumpulan data dengan lembar observasi, data yang terkumpul dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat diketahui 5 responden (14,5%) mendapatkan perawatan luka tidak sesuai SOP, 3 responden (8,5%) mendapatkan pemberian antibiotic tidak sesuai 7 benar pemberian obat dan 25 responden (71,4%) mobilisasinya pasif. Hasil analisa bivariat ada hubungan perawatan luka dengan kejadian infeksi luka post sectio cesaria p=0,000 (OR = 10,000), ada hubungan pemberian antibiotik dengan kejadian infeksi luka post sectio cesaria p=0,000 (OR = 8,667) dan ada hubungan mobilisasi dengan kejadian infeksi luka post sectio cesaria p=0,000 (OR = 0,680). Disimpulkan bahwa ada hubungan perawatan luka, pemberian antibiotic dan mobilisasi dengan kejadian infeksi luka post SC. Saran peneliti ibu post partum diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran pentingnya mobilisasi untuk membantu proses penyembuhan luka