Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Kejadian Kanker Payudara Pada Wanita Di Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Mandasari, Nidia Fuji
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
Delvina, Visti
Delvina, Visti
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Kanker. Payudara, umur. Usia. Saat menarce, Pernah.Menderita, tumor payudara.
DOI:
-
Abstract :
WHO 2013 Menyatakan Kejadian Kanker Payudara didunia menempati urutan pertama sebagai jenis kanker yang paling umum terjadi, kanker payudara memiliki konstribusi sebesar 25% dari total kasus baru kanker.Rikesdas 2015 prevalensi kejadian kanker payudara sebesar 5% dan Sumatra barat dengan persentase 1,7% yang menderita kanker pertahun.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan Faktor Resiko umur, Usia saat menarce dan pernah menderita kanker payudara dengan kejadian kanker payudara di Rumah sakit DR achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2017. Jenis penelitian ini Survey analitik dengan Desain Cross Setional Study.Penelitian dilakukan bulan Juni-Agustus di Rumah Sakit Dr Achmad Mochtar Tahun 2017.Populasi dalam penelitian ini adalah Semua wanita yang menderita kanker yang berada di Ruang Poli Rawat jalan bedah yaitu sebanyak28 orang.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Accidental sampling. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dan di analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistic Chi-square. Hasil penelitian menunjukan Kejadian Kanker Payudara di RS Acmad Mochtar Tahun 2017 sebanyak 28 (33,3%). Umur responden tidak beresiko 53 (63%). Usia Menarce yang tidak Beresiko 45 (53,6%), pernah menderita tumor payudara 56 (66,7%). Uji Statistik menunjukkan ada hubungan antara Umur (p=0,000), Usia Saat menarce (p=0,011), dan Pernah menderita tumor (p=0,000)dengan kejadian kanker payudara. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan Umur, Usia Menarce dan Pernah menderita tumor dengan kejadian kanker Payudara. Tenaga kesehatan diharapkan agar meningkatkan perannya dan menginformasi kepada wanita agar lebih sering untuk melakukan SADARI, agar bisa terdeteksi dari dini.