Pengaruh Pemberian Sari Kurma dan Madu untuk Meningkatkan Kadar Protein pada ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Situjuh Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Sulastri, Elsi
Advisor:
Hasnita, Evi
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Sari Kurma, Madu, Protein ASI.
DOI:
-
Abstract :
Air susu ibu (ASI) mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi dalam enam bulan pertama setelah dilahirkan. Survey awal terhadap 5 orang ibu menyusui 3 di antara yang tidak ASI ekslusif dengan alasan mengatakan produksi ASI ibu kurang, sehingga ibu memberikan Susu formula kepada bayinya. Mengetahui adanya kandungan unsur kalsium, zat besi dan senyawa yang mirip dengan hormon oksitosin dalam buah kurma madu sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma dan madu untuk meningkatkan kadar protein pada ASI eksklusif. Design penilitian yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian ini bersifat True Eksperiment design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2017. Populasi adalah semua ibu menyusui ASI ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Situjuh berjumlah 80 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, berjumlah 10orang. Data diolah dan dianalisis secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar protein sebelum intervensi pada kelompok kontrol adalah -0,104 gr dan pada kelompok eksperimen -0,129 gr. Rata-rata kadar protein sesudah intervensi pada kelompok kontrol adalah -0,034 gr dan pada kelompok eksperimen -0,474 gr. Hasil bivariat ada pengaruh pemberian sari kurma madu phoenix dactilyfera) terhadap kadar protein pada asi ekslusif (pvalue = 0,043) Dapat disimpulkan bahwa sari kurma dan madu tidak berpengaruh dalam peningkatan kadar protein ASI, tapi berpengaruh dalam penurunan kadar protein ASI. Untuk itu konsumsi sari kurma madu dianjurkan untuk ibu dengan protein tinggi, sehingga dengan konsumsi tersebut bisa mengurangi kadar protein AS.