Pengaruh Kegiatan Penyuluhan Terhadap Pengetahuan dan Sikap remaja Tentang Seks Pranikah di MAS (Madrasah Aliyah Swasta) Batang Kabung Padang Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Ramadhani, Suci
Advisor:
Nurdin
Oktavianis
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Penyuluhan, Pengetahuan, Sikap, Remaja, Seks Pranikah.
DOI:
-
Abstract :
Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) erat kaitannya dengan tingginya angka aborsi. Dan dari jumlah aborsi per tahun di Indonesia bisa mencapai 2,4 juta, dan 800.000 diantaranya terjadi dikalangan remaja. Seks pranikah merupakan salah satu persoalan remaja yang akan berdampak pada kesehatan reproduksi seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi tidak aman (unsafe abortion), dll. Penyuluhan dalam kegiatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kegiatan penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah di MAS (Madrasah Aliyah Swasta) Batang kabung Padang tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Proportionate Stratified Random Sampilng. Data dianalisa dengan ji Wilcoxon dan T-test. Berdasarkan analisis univariat didapatkan dari 47 responden rata- rata pengetahuan tentang seks pranikah sebelum kegiatan penyuluhan 7,26 menjadi 10,26 setelah kegiatan penyuluhan. Dan rata- rata sikap tentang seks pranikah sebelum kegiatan penyuluhan 27,26 menjadi 33,06 setelah kegiatan penyuluhan. Dari uji Wilcoxon untuk pengetahuan dan uji tTest untuk sikap didapatkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara kegiatan penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang seks pranikah di MAS (Madrasah Aliyah Swasta) Batang kabung Padang tahun 2017. Diharapkan kegiatan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) baik berupa penyuluhan atau pun kegiatan lainnya yang bisa meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatannya dijadikan kegiatan rutin sekolah melalui puskesmas setempat.