Efektifitas Teknik Pengolahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Terhadap Kadar Protein di Laboratorium STIKes Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Desmarita
Advisor:
Hasnita, Evi
Febriyeni
Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Kadar Protein, MP-ASI dan Teknik Pengolahan.
DOI:
-
Abstract :
Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh karena zat ini disamping berfungsi sebagai bahan bakar dalam tubuh juga berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur (Winarno, 2004). Penyakit yang disebabkan kurang mengkonsumsi protein dikenal dengan penyakit kwashiorkor, marasmus, dan marasmic kwashiorkor. Kwashiorkor disebabkan karena kurang protein, marasmus disebabkan karena kurang energi dan marasmic kwashiorkor disebabkan karena kurang energi dan protein. Kurang energi protein umumnya diderita oleh balita dengan gejala hepatomegali (hati membesar) (Aritonang, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Teknik Pengolahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Tehadap Kadar Protein Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian ini bersifat True Experiment Designs dengan rancangan Pretest-Posttest Only Control Group Design. seluruh makanan pendamping ASI yang biasa digunakan oleh ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 7 9 bulan. Pengambilan sampel secarapurposive sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium STIKes Fort De Kock Bukittinggi pada bulan september tahun 2017 dan dianalisa secara univariat. Kadar proteinpada bahan tanpa perlakuan (mentah)yaitu bayam 0,039 g/100mL, kentang 0,036 g/100mL, wortel 0,035 g/100mL, brokoli 0,032 g/100mL dan yang mix 0,086 g/100mL. Setelah dilakukan perlakuan hasil yang didapatkan pada perlakuan menggunakan microwave lebih sedikit hilang kadar protein pada masing-masing bahan MP-ASI yaitu bayam 0,033 g/100mL, kentang 0,027 g/100mL, wortel 0,030 g/100mL brokoli 0,032 g/100mL dan mix 0,058 g/100mL dibandingkan dengan perlakuan merebus dan dikukus. Teknik pengolahan menggunkan microwave lebih efektif dibandingkan dengan pengukusan dan perebusan. Semoga setelah mendapatkan informasi ini ibu-ibu lebih cermat dan bijak dalam memilih proses memasak untuk selalu hidup bersih dan sehat untuk keluarga sehat.