Perbedaan Rata-Rata Hemoglobin Sebelum Dan Sesudah Pemberian Telur Rebus Pada Mahasiswi Program Studi D-III Kebidanan STIKes Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Magza, Agnesha Dwi
Advisor:
Oktavianis
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Anemia, Remaja, Telur.
DOI:
-
Abstract :
Anemia merupakan masalah gizi yang paling banyak dijumpai baik di Negara maju atau pun berkembang. Berdasarkan Riskesdas (2013), dilaporkan bahwa angka kejadian anemia secara nasional adalah sebesar 21,7 % dimana 18,4% terjadi pada laki-laki dan 23,9% terjadi pada perempuan. Telur adalah satu makanan yang mengandung zat-zat gizi yang lengkap. Dari 100gr telur ayam negeri mengandung 2,7 mg zat besi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian telur rebus pada mahasiswi program studi D-III Kebidanan STIKes Fort de Kock Bukittinggi tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-postest. Pada penelitian ini penelitian menggunakan teknik purpose sampling dengan mengambil sampel sebanyak 15 orang dengan intervensi 7 hari. Data diolah dengan menggunakan Uji t dependen (paired t tset). Hasil dalam penelitian ini didapatkan rerata kadar Hb mahasiswi sebelum perlakuan diberi intervensi telur rebus adalah 10,347 SD = 0,9086. Rerata kadar hb sesudah diberi intervensi 12,080 SD = 1,2497. Hasil uji statistic dengan Paired T Test dengan nilaiP Value= 0,000 pemberian telur rebus terhadap kadar Hb mahasiswi Program Studi D-III Kebidanan STIKes Fort de Kock Bukitinggi Tahun 2017. Kesimpulan adanya perbedaan bermakna kenaikan kadar Hb sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok intervensi, diharapkan kepada responden untuk mengkonsumsi makanan tinggi zat besi seprti telur dan buah-buahan serta sayur agar membantu proses penyerapan zat besi. Dan menghin dari minuman yang menghambat zat besi seprti teh atau kopi.