Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Di Ruang Bersalin DI RSUD Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2017

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Adzkia, Legabina
Advisor:
Rusti, Sukarsi
Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Usia, Paritas, Anemia, Riwayat Abortus Sebelumnya dan Kejadian Abortus.
DOI:
-
Abstract :
Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan kurang dari 20 minggu dan berat badan janin kurang dari 500 gram. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian abortus diantaranya usia, paritas, anemia dan riwayat abortus sebelumnya. Menurut Dinkes Sumatera Barat 2014, kabupaten pasaman merupakan jumlah kematian bayi tertinggi nomor 6 di Sumatera Barat, dan di RSUD Lubuk Sikaping 2016 terdapat 250 kasus kejadian abortus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di RSUD Lubuk Sikaping Tahun 2017. Jenis peneltian ini survey analitik dengan desain kohort restropektif. Penelitian di lakukan di RSUD Lubuk Sikaping pada tanggal 9 - 23 September 2017. Populasi adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Lubuk Sikaping dengan cara pengambilan sampel total sampling. Jumlah sampel sebanyak 435 orang. Jenis data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data dianalisa dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square secara komputrisasi. Hasil analisa univariat berdasarkan usia 37,9%, paritas ibu 34,5%, anemia 29,4% dan riwayat abortus 25,1%. Kejadian abortus 29,2%. Hasil bivariat diketahui terdapat hubungan antar usia p=0,000 RR 4,301, paritas p=0,000 RR 3,584, anemia p=0,000 RR 3,459, riwayat abortus p=0,000 RR 2,764 dengan kejadian abortus. Dapat disimpulkan bahwa terdapat yang paling berpengaruh terhadap kejadian abortus ialah usia dan parutas. Diharapkan pada ibu untuk ditingkatkan lagi pengetahuan dan kesiapan dalam masa kehamilan dan merencanakan jumlah anak saat menikah sesuai kemampuan dan perekonomian.
Download From Google Drive