Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di RSUD H. Hanafie Muara Bungo (Jambi) TAHUN 2017

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Saputri, Ikke Yuni
Advisor:
Oktavianis
Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Umur, paritas, malpresentasi, gamelli.
DOI:
-
Abstract :
Menurut BKKBN (2013) Infeksi yang banyak dialami oleh ibu akibat dari komplikasi atau penyulit kehamilan seperti febris (24%), infeksi saluran kemih (31%) dan Ketuban pecah dini (45%). Di RSUD H. Hanafie Muara Bungo (2016) jumlah ibu bersalin sebanyak 1.748, kasus Ketuban Pecah Dini sebanyak 381 kasus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, paritas, malpresentasi dan gameli dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD H. Hanafie Muara Bungo Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah Analitik yang bersifat Cross sectional pada seluruh ibu bersalin pada bulan Januari Desember 2016 dengan jumlah sampel 400 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 18 September 2017, pengambilan sampel menggunakan teknik Systematic Random Sampling. Pengolahan data dengan uji chi-square. Hasil penelitian di dapatkan variabel berhubungan yaitu umur ibu(OR 4,446), paritas ibu(OR 2,973), gameli (OR 7,192), yang tidak berhubungan yaitu malpresentasi(OR 1,091) dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD H. Hanafie Muara Bungo Tahun 2017. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hubungan yang bermakna secara statistik pada umur, paritas, dan gameli terhadap kejadian ketuban pecah dini di RSUD H. Hanafie Muara Bungo Tahun 2017. Di sarankan untuk calon ibu untuk dapat menggunakan kontrasepsi sebagai alat mengatur kehamilan pada usia <20 tahun > 35 tahun.
Download From Google Drive