Perbedaan Tingkat Insomnia Sebelum dan Sesudah Senam Lansia di Puskesmas Padang Laweh Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung Tahun 2017

Categorie(s):
   Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
   Husni, Neilil
Advisor:
Harisnal
Adilah
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Lanjut usia , insomnia, senam lansia.
DOI:
-
Abstract :
Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada lanjut usia yaitu insomnia. Menurut data dari WHO, kurang lebih 18% penduduk dunia pernah mengalami gangguan sulit tidur. Pada saat ini di perkirakan 1 dari 3 orang mengalami insomnia. Dari survey yang di lakukan pada 2 puskesmas di kecamatan koto VII Kabupaten Sijunjung yaitu Puskesmas Padang Laweh dan Puskesmas Tanjung Ampalu dengan wawancara di Puskesmas Padang Laweh pada 7 orang lansia di dapatkan 5 orang yang mengalami gangguan tidur, sedangkan di Puskesmas Tanjung Ampalu pada 7 orang Lansia didapatkan 3 orang yang mengalami gangguan tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat insomnia sebelum dan sesudah senam lansia. Insomnia merupakan suatu keadaan ketidakmampuan mendapatkan tidur yang adekuat, baik kualitas maupun kuantitas, dengan tidur yang hanya sebentar atau susah tidur.Dengan Adanya Senam lansia mampu mengembalikan posisi dan kelenturan sistem syaraf dan aliran darah. Senam mampu memaksimalkan suply oksigen ke otak, mampu menjaga sistem kesegaran tubuh serta sistem pembuangan energi negatif dari dalam tubuh. Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian Quasi Eksperiment dengan desain one group pre test-post test. Jumlah sample dalam penelitian ini adalah 10 orang . Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner Insomnia Saverity Index,dengan skor 0-7 likert= tidak insomnia, 8-14 likert= insomnia ringan, 15-21 likert= insomnia sedang, 22-28 likert= insomnia berat. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata rata tingkat insomnia sebelum di berikan intervensi adalah 9,60 likert dengan skor kuisioner ISI terendah 8 likert dan rata rata tingkat insomnia setelah diberikan intervensi adalah 5,80 likert dengan skor kuisioner ISI terendah 4 likert. Hasil analisis dengan wilcoxon test, dengan p value=0,005. Dapat di simpulkan bahwa adanya penurunan tingkat insomnia sesudah di berikan 6 kali perlakuan senam . Disarankan kepada lansia untuk mengikuti senam lansia dengan rutin.
Download From Google Drive