Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita Status Gizi Kurusdi Puskesmas Enam Lingkung Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Yulita, Weni
Advisor:
Santy, Rini
Febriani, Yelva
Febriani, Yelva
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
PMT, pengetahuan, sikap, status ekonomidanperantenagakesehatan.
DOI:
-
Abstract :
Status giz imerupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang dibedakan menjadi status gizi buruk, gizi kurang, dangizilebih. UNICEF-WHO memperkirakan pada tahun 2012, sebanyak 165 juta anak usia di bawah lima tahun diseluruh dunia mengalami stunted (gizikurang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita Terhadap Status Gizi di Puskesmas Enam Lingkung tahun 2017. Penelitian dilaksanakan di Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman pada bulan September2017 dengan populasi semua ibu yang mempunyai balita gizi kurang, pengambilan sampel secara tota lsampling diperoleh sampel sebanyak 42 orang ibu. Proses pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara.Data diolah secara bivariat dan univariat dengan bantuan aplikasi komputer. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 52,4% ibu berpengetahuan tinggi, 52,4% ibu bersikap positif, 59,5% ibu berstatus ekonomi tinggi, 54,8% peran tenaga kesehatan negative dan 57,1% ibu ada memberikan makanan tambahan. Dari hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p value = 0,000), sikap (p value = 0,035), status ekonomi (p value = 0,041) dan peran tenaga kesehatan (p value = 0,022) dengan pemberian makanan tambahan di Wilayah Kerja Puskesmas Enam LingkungTahun 2017. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, status ekonomi dan peran tenaga kesehatan dalam pemberian makanan tambahan pada balita status gizi kurus. Maka diharapkan tenaga kesehatan lebih memperhatikan dan memberikan penyuluhan serta informasi tentang PMT karena petugas kesehatan terutama bidan dapat mempengaruhi perilaku positif terhadap kesehatan, dan untuk ibu balita agar lebih memperhatikan status gizi balitanya.