Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Apotik RSUD. DR. Muhammad Zein Painan Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Desmarni
Advisor:
Naili, Syafrian
Putri, Nita Tri
Putri, Nita Tri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien.
DOI:
-
Abstract :
Pelayanan yang bermutu dari sebuah rumah sakit merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi saat ini. Hal tersebut seiring dengan tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan yang bermutu dan sesuai dengan kebutuhan kesehatannya. Kualitas atau mutu menurut Al-Assaf (2009) adalah kepatuhan terhadap persyaratan atau spesifikasi. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Hubungan Mutu Pelayanan Kefarmasian Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Apotik RSUD DR. Muhammad Zein Painan Tahun 2017. Berdasarkan rekapan kotak survey kepuasan pelanggan periode 1 s/d 15 Maret 2017 didapatkan hasil dari 14 bagian ditemukan, pelayanan dengan kategori yang kurang baik tertinggi adalah pada bagian apotik. Dimana dari 47 orang pasien 78,72% (37 orang) menyatakan pelayanan pada bagian apotik kurang baik. Sementara itu pelayanan yang sangat baik adalah padabagian Fisioterapi, yaitu dari 37 orang pasien atau pengunjung 70,27% (26 orang) menyatakan pelayanan pada bagian tersebut sangat baik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain crossectional study. Sampel penelitian adalah 45 pasien rawat jalan di RSUD Dr. Muhammad Zein. Untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien rawat jalan di apotik RSUD DR. Muhammad Zein Painan diuji dengan uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95 %. Penelitian ini dilakukan di RSUD DR. Muhammad Zein Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Propinsi Sumatera Barat, pada bulan Juli 2017 Hasil penelitian menunjukkan 51,1% responden menyatakan wujud fisik kurang baik, 51,1% menyatakan kehandalan petugas kurang baik, 57,8% menyatakan daya tanggap kurang baik, 51,1% menyatakan jaminan kurang baik, 55,6% menyatakan empati kurang baik. Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat wujud fisik (p= 0,004), kehandalan (p= 0,024), daya tanggap (p= 0,016), jaminan (p= 0,024), empati (p=0,032) dengan kepuasan pasien. Disimpulkan ada hubungan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien rawat jalan. Diharapkan petugas bisa menjaga kebersihan dan kenyamanan pihak manajemen agar menambah fasilitas sehingga dapat meningkatkan kenyaman ruang tunggu apotik.