Pengaruh Pemberian Kinesiotapping dan Stretching pada Penderita De Quervain Syndrome Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Di RSUD Solok Tahun 2017

Categorie(s):
   Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
   Ariska, Yona
Advisor:
Santy, Rini
Febriani, Yelva
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
De Quervain Syndrome, Kinesiotaping, Stretching, Kekeuatan Otot.
DOI:
-
Abstract :
De Quervain Syndrome merupakan peradangan dengan gejala rasa sakit pada tendon ibu jari sampai ke pergelangan tangan (dikenal dengan istilah tendosinovitis). Di indonesia, prevelensi De Quervain Syndrome antara 5,6% sampai dengan 15% di RSUD Solok Tahun 2017 penderita De Quervain Syndrome mencaa 5% pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh Kinesiotaping dan Stretching terhasap peningkatan kekuatan otot pada kasus de quervain syndrome di RSUD Solok Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi-eksperimen dengan analisis data menggunakan Analisis Univariat engan uji statiskik wilcoxon test. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2017 dengan jumlah sampel 8 orang, dengan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik proposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan otot MMT (Manual Maskel Test) serta menggunakan lembaran observasi. Dari uji statistik didapat nilai grafik Kinesiotaping dan Stretching dengan peningkatan kekuatan otot dengan p=0,015 ( p < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna antara dua variabel. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian kinesiotaping dan stretching terhadap peningkatan kekuatan otot pada penderita de quervain syndrome. Untuk itu diharapkan kepada tenaga fisioterapi untuk selalu megembangkan teknik terapi dengan kinesiotaping dan stretching khususnya pada kasus de quervain syndrome.
Download From Google Drive