Perbedaan Keterampilan Ibu Sebelum dan Sesudah Pendidikan Kesehatan Tentang Penanganan Kejang Demam Pada Bayi di Rumah Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Nasution, Endah Hary Listari
Advisor:
Nurhayati
Novela, Vina
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pendidikan Kesehatan, Keterampilan, Kejang Demam.
DOI:
-
Abstract :
Jumlah kematian neonatus di Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 33 orang dan kematian bayi sebanyak 24 orang (Profil Kesehatan Sumatera Barat, 2014). Pada tahun 2016 angka kematian meningkat menjadi 7 orang dengan 4 kematian neonatus dan 3 kematian bayi (Dinkes Pasbar, 2016). Berdasarkan laporan 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Sungai Aur demam merupakan penyakit tertinggi ke-dua setelah ISPA dengan persentasi sebanyak 17,2% dan 6,2% diantaranya mengalami kejang, dan belum mendapatkan penanganan awal dari rumah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan Keterampilan Responden Sebelum dan Sesudah Pemberian Pendidikan Kesehatan tentang Penanganan kejang Demam pada Bayi di Rumah Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Aur tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre testpost test one group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki Bayi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Aur sebanyak 346 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 20 orang. Pengumpulan menggunakan lembar observasi pre dan post test. Pengolahan data hasil penelitian meliputi analisis univariat dan analisis bivariat yang dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata skor keterampilan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 5,95 dan meningkat menjadi 9,35 setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan Kesehatan terbukti efektif terhadap peningkatan keterampilan responden tentang penanganan kejang demam pada Bayi dengan nilai p = 0,000 ( p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kesehatan efektif terhadap peningkatan keterampilan responden tentang penanganan kejang demam pada Bayi Untuk itu diharapkan kepada semua pihak untuk selalu aktif berpartisipasi dalam mengikuti penyuluhan dan sosialisasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan agar Ibu dapat melakukan penanganan kejang demam secara tepat dirumah.