Hubungan Pengetahuan dan Sikap Bidan dengan Penundaan Pemotongan Tali Pusat Pada Bayi Baru Lahir di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Ruski, Arfrileni
Advisor:
Naili, Syafrian
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Sikap, Pemotongan Tali Pusat.
DOI:
-
Abstract :
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2016 setiap tahun, kirakira 3 % (3,6) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfixsia, hampir satu juta bayi ini kemudian meninggal. Tingginya angka kematian neonatus pada kasus asfixsia dan BBLR bisa disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap bidan tentang penundaan dan pemotongan tali pusat, karena pengetahuan akan mempengaruhi seseorang dalam mengubah prilaku.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap bidan dengan penundaan pemotongan tali pusat. Jenis penelitian ini adalah analitik deskriptif dengan desain crossectional Subjek penelitian adalah bidan yang berada di Kecamatan Tanjung Emas penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus September 2017. diuji dengan uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu di KecamatanTanjung Emas Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2017 yaitu sebanyak 29 (72,5%) responden berpengetahuan tinggi.24 (60%) responden memiliki sikap positif.Uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan bidan (p= 0,003), sikap (p= 0,016) dengan penundaan pemotongan tali pusat. Disimpulkan ada hubungan pengetahuan, sikap bidan dengan penundaan pemotongan tali pusat pada bayi baru lahir.diharapkan dalam pelaksanakan praktek kebidanan penundaan pemotongan tali pusat pada bayi baru lahir sudah menjadi hal yang selalu diterapkan oleh bidan.dan kepada bidan koordinator selalu memotivasi dan mengadakan suverfisi serta obserfasi secara berkala.