Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Sanitasi Industri Pada Usaha Kerupuk Sanjai Diwilayah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Tahun 2017
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Armelia, Ria
Advisor:
Adriani
Santy, Rini
Santy, Rini
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pengetahuan,Alat Pelindung Diri,Pengawasan,Sanitasi Industri.
DOI:
-
Abstract :
Sanitasi industri adalah upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi. Berdasarkan data dari perindustrian dan perdagangan kota bukittinggi tahun 2016 terdapat 57 industri sanjai yang akan menjadi tempat penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sanitasi ndustri pada usaha kerupuk sanjai di wilayah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 57 orang dan sampel sebanyak 35 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dan lembar checklist.penelitian dilakukan pada bulan mei tahun 2017. Analisis data dilakukan secara analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square (=0,05) dan menghitung nilai odds ratio. Hasil penelitian terhadap 35 responden sebanyak (51,4%) memiliki pengetahuan tinggi, (57,1%) responden yang tidak menggunakan alat pelindung diri, dan (60,0%) responden yang tidak mendapatkan pengawasan dari dinas terkait baik dari puskesmas maupun dinas kesehatan. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan alat pelindung diri (p=0,011;OR=0,118), pengawasan (p=0,028;OR=0,156) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=1,000) dengan sanitasi industri. Disimpulkan penggunaan alat pelindung diri dan pengawasan merupakan faktor yang berhubungan dengan sanitasi industri. diharapkan kepada tempat penelitian (industri sanjai) untuk selalu menyediakan APD dan selalu mengingatkan pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri dalam bekerja. begitu juga kepada responden selalu mengutamakan K3 (keselamatan kesehatan kerja) dan membiasakan diri menggunakan APD pada saat bekerja. Dan khusus untuk dinas terkait diharapkan agar selalu melakukan pengawasan terhadap industri makanan secara merata dalam 2 kali setahun.