Hubungan Pengetahuan, Peran Tenaga Kesehatan Dengan Pemanfaatan Buku KMS di Jorong Sungai Rotan Kenegarian Batu Taba Kecamatan Ampek Angkek Bukittinggi Tahun 2017
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Putri, Fransiska Febria
Advisor:
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Kartu KMS, pengetahuan, tenaga kesehatan.
DOI:
-
Abstract :
Proses utama perkembangan anak merupakan hal yang saling berkaitan antara proses biologis, proses sosio-emosional dan proses kognitif. Sekitar 27,5% atau 3 juta anak balita didunia mengalami gangguan perkembangan motorik. Balita di Indonesia sekitar 35,7% dilaporkan mengalami gangguan perkembangan berupa gangguan kecerdasan akibat gangguan perkembangan otak. Di Sumatera Barat prevelensi keterlambatan perkembangan motoriknya sekitar 21,2%. Data dari Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Kota Bukittinggi Bulan Desember tahun 2016 jumlah balita di Puskesmas Biaro Bukittinggi sebanyak 2090 orang dengan persentase kunjungan adalah 76 %. Jumlah ibu yang mempunyai balita dan buku KIA di Jorong Sungai Rotan sebanyak 42 orang. Penelitian ini bersifat deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita berumur 3- 5 tahun yang ada diwilayah Jorong Sungai Rotan. Jumlah sampel yaitu 42 orang dengan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang diperoleh dengan cara mengajukan pertanyaan melalui kuesioner yang akan dijawab oleh ibu. Dari hasil penelitian didapatkan ibu berpengetahuan rendah 58,8% tidak memanfaatkan kartu KMS, dan 41,2% memanfaatkan kartu KMS. Ibu yang kurang difasilitasi oleh tenaga kesehatan 52,2% tidak memanfaatkan kartu KMS dan 47,8% memanfaatkan kartu KMS. Kesimpulannya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemanfaatan kartu KMS dimana p value (0,024) < dengan nilai OR = 5,714. Dan ada hubungan yang signifiksn antara peran tenaga kesehatan dengan pemanfaatan kartu KMS dimana p value (0,034) < dengan nilai OR = 5,818 .