Perbedaan Skala Nyeri Sebelum dan Sesudah Pemberian Transverse Friction dan Kinesiotaping pada Kasus Plantar Fascitis di Ramayana Bukittinggi Tahun 2017
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Perzia, Tjelse Putri
Advisor:
Mardison, Lydia
Febriani, Yelva
Febriani, Yelva
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Plantar Fascitis, Transverse Friction, Kinesiotaping.
DOI:
-
Abstract :
Plantar Fascitis adalah suatu peradangan pada plantar fascia yang disebabkan oleh penguluran yang berlebihan pada plantar fascia yang dapat mengakibatkan kerobekan kemudian timbul iritasi pada plantar fascia. Plantar fascitis disebabkan oleh faktor anatomi seperti arcus yang rendah dan arcus yang tinggi serta obesitas, faktor biomekanik seperti tightness pada tendon achilles, kelemahan fleksor plantar fascia dan faktor lingkungan seperti trauma dan aktivitas yang berlebihan. Di Indonesia angka kejadian Plantar Fascitis setiap tahunnya meningkat 25%. Pada tahun 2012 didapatkan data 220.000 kasus setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian Transverse Friction dan Kinesiotaping pada penderita Plantar Fascitis di Ramayana Kota Bukittinggi tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan test dalam satu kelompok (One-Group pretest-postest). Penelitian telah dilakukan pada 9 Agustus- 23 Agustus 2017. Dengan jumlah populasi 78 orang karyawan wanita di Ramayana Bukittinggi. Teknik Sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Purposive Sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 10 orang karyawan wanita Ramayana penderita Plantar Fascitis. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi yaitu pengukuran nyeri responden dengan mengunakan uji t-dependen test. Hasil menunjukkan rata-rata sebelum dilakukan pemberian Transverse Friction dan Kinesiotaping adalah 6.30 dan hasil rata-rata sesudah pemberian Transverse Friction dan Kinesiotaping adalah 5.00. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik test dependen dengan nilai signifikan a = 0,05. Hasil bivariat di dapatkan p value 0,004. Menunjukkan bahwa ada perbedaan penurunan nyeri pada kasus Plantar Fascitis sebelum dan sesudah diberikan Transverse Friction dan Kinesiotaping. Dari hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa pemberian Transverse Friction dan Kinesiotaping dapat menurunkan nyeri pada penderita Plantar Fascitis oleh karena pemakaian sepatu hak tinggi (High Heels). Maka disarankan kepada penderita Plantar Fascitis agar bisa melakukan Transverse Friction secara mandiri.