Hubungan Masa Gestasi Ibu, Berat Bayi Lahir Dengan Kejadian Asfiksia Di Rumah Sakit Umum DR. Achmad Mochtar Bukittinggi Periode Januari Sampai Desember 2016

Categorie(s):
   Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
   Sari, Dian Permata
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Masa Gestasi Ibu, Berat Bayi Lahir, Asfiksia.
DOI:
-
Abstract :
Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. salah satu penyebabnya asfiksia yaitu sebesar 27% Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernafas dan teratur dalam 1 menit setelah lahir. Biasanya terjadi pada bayi yang dilahirkan dari ibu dengan kelahiran kurang bulan dan kelahiran lewat bulan. Kematian bayi seperti asfiksia sudah dibawa sejak dalam kandungan, jadi ibu agar hati-hati dalam menjaga kehamilannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Masa Gestasi Ibu, Berat Bayi Lahir Dengan Kejadian Asfiksia Di Rumah Sakit Umum DR Achmad Mochtar Bukittinggi Periode Januari Sampai Desember 2016. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersifat deskriptif analitik dengan rancangan case control. Pengambilan sampel menggunakan Sistematik Random Sampling dengan jumlah sampel 1:2 sebanyak 165 data responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2017 di Rumah Sakit Umum DR Achmad Mochtar Bukittinggi. Dari hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan yang bermakna antara masa gestasi ibu dengan kejadian asfiksia. Pada kasus 29 data responden (52,8%) dengan masa gestasi ibu tidak beresiko dan 26 data responden (47,2%) dengan masa gestasi ibu beresiko, sedangkan 110 data responden control, 80 data responden (72,8%) dengan masa gestasi ibu tidak beresiko dan 30 data (27,2%), (p=0,017 dan OR=2,391), tidak ada hubungan antara berat bayi lahir dengan kejadian asfiksia (p= 0,532 ). Kesimpulannya masa gestasi ibu berhubungan dengan kejadian asfiksia sedangkan berat bayi lahir tidak berhubungan dengan kejadian asfiksia. Disarankan ibu yang beresiko untuk melahirkan di masa gestasi antara <37 minggu dan >42 minggu disarankan untuk lebih sering memeriksakan diri ke tenaga kesehatan agar dapat dipantau kondisi janinnya.
Download From Google Drive