Menganalisis Pelaksanaan Program Pengobatan Tuberkulosis Paru dengan strategi DOTS di Wilayah Kerja Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Tahun 2017
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Estri, Maya Yuli
Advisor:
Hasnita, Evi
Nurdin
Nurdin
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
TB Paru, Program Pengobatan, Strategi Dots.
DOI:
-
Abstract :
DOTS (Directly Observed treatment Short course chemotherapy) merupakan salah satu strategi yang ditetapkan pemerintah dalam penanganan dan pemberantasan penyakit TB Paru yang mulai dilaksanakan pada tahun 1995 dan dilaksanakan secara bertahap di seluruh Puskesmas dan terus berkembang secara Nasional. Pada tahun 2016 tercatat 8 kasus TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad dan angka ini merupakan angka tertinggi dari seluruh Puskesmas yang ada di Kota Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan program pengobatan Tuberkulosis Paru dengan strategi DOTS di Wilayah Kerja Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad Kota BukittinggiTahun 2016. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif wawancara mendalam pada tanggal 08 Agustus 2017 sampai 16 Agustus 2017 di Puskesmas Rasimah Ahmad, informasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 7 orang untuk diminta keterangan meliputi : Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, pemegang program TB, 1 orang kader, 3 orang pasien TB paru diwilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. Desain penelitian ini deskriptif kualitatif dengan rancangan grounded research. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program pengobatan TB paru dengan strategi DOTS, sudah berjalan dengan baik karena memiliki buku panduan strategi DOTS, dan pada pemegang program diberikan pelatihan khusus tentang pelaksanaan program pengobatan TB paru dengan strategi DOTS.Pencatatan dan pelaporan yang di lakukan petugas pemegang program TBkepada dinas kesehatan dan pemerintah daerah dilakukan dengan baik dan lengkap karena adanya format khusus. Sehingga hasil yang dicapai sudah mengalami perubahan kearah yang baik yaitu pasien sembuh, karena dilakukan monitoring secara berkala, tetapi ada juga pasien yang memiliki kesadaran kurang terhadap penyakitnya. Kesimpulan dari hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan program pengobatan TB paru dengan strategi DOTS berjalan dengan baik mulai dari tenaga, dana, pelatihan, sarana prasarana, pelaksanaan strategi DOTS. Hasil yang dicapai sudah mengalami perubahan kearah yang baik yaitu pasien sembuh, karenadilakukan monitoring secaraberkala, tetapi ada juga pasien yang memiliki kesadaran kurang terhadap penyakitnya.Untuk itu peneliti menyarankan meningkatkan pelayanan pada pasien TB denganmenjalankan program yang telah disusunya itu melakukan pelacakan pasien TB kerumah, dan dapat menjadi salah satu referensi dan masukan bagi petugas pemegang program pengobatan TB Paru di Puskesmas Rasimah Ahmad tentang efektifitas dan capaian pelaksanaan pengobatan TB paru dengan menggunakan strategi DOTS.