Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting diwilayah kerja Puskesmas Plus Mandiangin, Kota Bukittinggi Tahun 2017
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Susanti, Ari
Advisor:
Femelia, Welly
Ediana, Dina
Ediana, Dina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
ASI Ekslusif, Sanitasi Lingkungan dan BBLR stunting.
DOI:
-
Abstract :
Stunting merupakan suatu retardasi pertumbuhan linier yang berkaitan dengan adanya proses perubahan patologis. Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Plus Mandiangin mencapai 19,55% dengan prevalensi kejadian stunting untuk Kota Bukitttinggi mencapai 13%. Penelitian ini menggunakan desain Crossectional dan dilaksanakan pada tanggal 08 Februari sampai tanggal 16 April 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang berusia 7-24 bulan yang berada diwilayah kerja Puskesmas Plus Mandiangin dengan sampel 119 orang dan dipilih dengan menggunakan analisi univariat dan bivariate(Uji Chi-Square) Hasil analisa univariat diketahui sebanyak 45,5% responden berada pada TB normal. 41,2% responden yang memberikan ASI Ekslusif, 52,9% responden yang mengalami berat badan lahir rendah (BBLR) dan berada pada lingkungan tidak sehat, 58%. Berdasarkan analisa bivariat ada hubungan bermakna antara ASI Ekslusif (pvalue = 0,00 0,05, OR = 4,39), lingkungan (pvalue = 0,00 0,05, OR = 6,6) dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) (pvalue = 0,000 0,05, OR =8) dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan ASI Ekslusif, Sanitasi Lingkungan dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting pada balita usia 7-24 bulan. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan informasi yang berguna tentang pentingnya menjaga lingkungan agar anak terhindar dari berbagai penyakit infeksi. Selain itu diharapkan pada orang tua untuk memperhatikan asupan gizi anak agar terhindar dari penyebab stunting.