Evaluasi Pelaksanaan Program Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Anak Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau Kabupaten Agam Tahun 2017

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Lismawati
Advisor:
Nurhayati
Sari, Mila
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Anak prasekolah, intervensi dini, penyimpangan, stimulasi, tumbuh kembang.
DOI:
-
Abstract :
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) merupakan suatu upaya pemantauan, penjaringan melalui kegiatan pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada balita dan anak prasekolah yang dilaksanakan secara komprehensif. Pelaksanaan program SDIDTK belum terlaksana dengan baik yang sejauh ini belum diketahui penyebabnya pasti, baik dari sisi input, proses dan output. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan Program SDIDTK anak pra sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau Kabupaten Agam Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitik. Yang menjadi informan sebanyak 20 orang terdiri dari 8 orang informan utama adalah kepala puskesmas, pemegang program SDIDTK anak pra sekolah, pengelola KIA, satu orang penanggung jawab program gizi, 4 orang bidan desa dan informan triagulasi adalah 4 orang kader, dan 12 orang informan triagulasi adalah 4 orang guru TK dan 4 ibu anak pra sekolah di wilayah kerja Puskesmas Maninjau pada bulan November 2016 - April 2017. Hasil wawancara mendalam terhadap informan didapatkan dari indikator input bahwa jumlah tenaga kesehatan,dana, sarana prasarana masih kurang. Pada indikator proses bahwa perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan program SDIDTK masih kurang karena keterbatasan tenaga kesehatan dan kurang sosialisasi. Pada indikator output bahwa sehingga cakupan SDIDTK masih rendah dari target dan didapatkan pemecahan masalahnya dengan permintaan penambahan tenaga kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyebab rendahnya cakupan SDIDTK Di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau disebabkan oleh kurangnya jumlah tenaga kesehatan dan sosialisasi pihak puskesmas Maninjau kepada Guru TK, Paud dan orang tua. Penelitian ini sudah sampai pada pemecahan masalah yakni sosialisasi kepada guru TK dan Paud pada bulan Mei 2017. Saran Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, agar menyusun kebijakan dan strategi pelayanan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan pelayanan SDIDTK di Kabupaten Agam.
Download From Google Drive