Hubungan Umur, Paritas dan Retensio Plasenta Dengan Kejadian Perdarahan Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Sari, Widya Maya
Advisor:
Putri, Yelmi Reni
Fizran
Fizran
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Perdarahan post partum, Usia, Paritas, Retensio Plasenta.
DOI:
-
Abstract :
Perdarahan post partum adalah perdarahan yang melebihi 500 ml setelah bayi lahir. Data yang didapatkan di ruang kebidanan Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang pada tanggal 6 Maret 2017, tahun 2016 kejadian perdarahan post partum sebanyak 41 (10,2%) kasus dari 374 persalinan. Pada tahun 2016 mendapatkan data 28 orang ibu yang berumur >35 tahun, 31 orang dengan paritas >3 dan 27 orang mengalami retensio plasenta. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan umur, paritas dan retensio plasenta dengan kejadian perdarahan post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2016. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang pada bulan Maret-April 2017. Populasi seluruh ibu bersalin normal berjumlah 374 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar cheklis. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan 11,0% ibu bersalin mengalami perdarahan post partum. 7,5% ibu bersalin memiliki umur beresiko. 8,3% ibu bersalin memiliki paritas beresiko. 7,2% ibu bersalin mengalami retensio plasenta. Terdapat hubungan umur (p value = 0,000 OR = 63,1), paritas (p value = 0,000 dan OR = 51,9), retensio plasenta (p value = 0,000 dan OR = 57,2) dengan kejadian perdarahan post partum. Dari hasil penelitian, ada hubungan umur, paritas dan retensio plasenta dengan kejadian perdarahan post partum, maka diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat mendeteksi secara dini faktor yang menyebabkan perdarahan post partum khususnya pada ibu bersalin yang memiliki usia dan paritas beresiko dan ibu yang mengalami retensio plasenta agar dapat melakukan penanganan retensio plasenta dengan baik untuk mengurangi kejadian perdarahan post partum.