Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Metode Recycling (Daur Ulang) dalam Pengolahan Sampah di Tapus Jorong Sentosa Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman Tahun 2017
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Damairasari
Advisor:
Hasnita, Evi
Harisnal
Harisnal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Keterampilan, metode recycling, pengetahuan, pekerjaan.
DOI:
-
Abstract :
Pengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat merupakan paradigma baru dalam pengelolaan sampah. Presentase pengelolaan sampah yang menggunakan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) secara nasional baru 7 persen. Diantara 14 Jorong yang ada wilayah kerja Puskesmas Tapus, pengelolaan sampah terendah dan terdapat pengelolaan sampah secara terpisah adalah di Jorong Sentosa yaitu 17,94 %. Survey terhadap 10 ibu rumah tangga, 8 orang tidak melakukan daur ulang sampah, 7 orang tidak mengetahui cara mendaur ulang sampah, 6 orang bekerja di luar rumah dan 7 orang tidak memiliki keterampilan dalam melakukan daur ulang sampah. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Metode Recycling (Daur Ulang) dalam Pengolahan Sampah. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah ibu rumah tangga di Jorong Sentosa wilayah kerja Puskesmas Tapus Kabupaten Pasaman, berjumlah 1.965 orang. Sampel berjumlah 100 orang, simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dan observasi, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik chisquare. Hasil analisis univariat diketahui 52 (52,0 %) melaksanakan metode recycling, (57,0 %) pengetahuan tinggi tentang metode recycling, (55,0 %) merupakan ibu bekerja, dan (52,0 %) kurang terampil dalam melaksanakan metode recycling. Hasil bivariat ada hubungan pengetahuan (p = 0,049 dan OR = 2,433), pekerjaan (p = 0,010 dan OR = 3,142) dan keterampilan (p = 0,010 dan OR =. 3,148) dengan pelaksanaan metode recycling. Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan metode recycling adalah pengetahuan, pekerjaan dan keterampilan. Diharapkan pada instansi terkait agar mengadakan pelatihan-pelatihan inovatif dan kreatif bagi masyarakat untuk mendaur ulang sampah ataupun membuat kompos.