Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Talu Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Yusniar
Advisor:
Yenni
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Skizofrenia, Kekambuhan, Peran Keluarga, Peran Masyarakat, Peran Petugas.
DOI:
-
Abstract :
Gangguan jiwa adalah gangguan pada fungsi mental yang meliputi emosi, pikiran, prilaku, motivasi, daya tilik diri dan persepsi yang menyebabkan penurunan semua fungsi kejiwaan terutama minat dan motivasi sehingga mengganggu seseorang dalam proses hidup bermasyarakat. Jumlah data yang menderita Skizofrenia di Wilayah kerja Puskesmas Talu pada bulan Januari sampai Desember tahun 2015 sebanyak 125 jiwa,yang terdiri dari 7 orang di pasung, 5 orang dirujuk ke Rumah Sakit jiwa, 81 orang rawat jalan di Puskesmas Talu dan 32 orang tidak pernah dibawa ke Puskesmas Talu dalam 5 bulan terakhir ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran keluarga, peran masyarakat, peran petugas dengan kekambuhan pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Talu Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional .Teknik pengambilan sampel menggunakan cara simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 56 orang. Penelitian dilakukan pada 1 April sampai 30 April 2016 di Wilayah Kerja Puskesmas Talu Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016. Data yang terkumpul kemudian diolah secara univariat dan bivariat dengan memakai uji Chi-Square dengan batas kemaknaan ( = 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara peran keluarga (p value=0,002), peran masyarakat (p value=0,010), dan peran petugas (p value=0,002) dengan kekambuhan pasien skizofrenia Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan bermakna antara peran keluarga, peran masyarakat, peran petugas dengan kekambuhan pasien skizofrenia. Saran yang dapat diberikan diharapkan Wilayah Kerja Puskesmas Talu Kabupaten Pasaman Barat untuk sering memberikan pendidikan kesehatan terutama kesehatan jiwa sekali seminggu kepada keluarga pasien dan lebih meningkatkan mutu pelayanan.
Download From Google Drive