Pengaruh Penerapan Edukasi Kesehatan Terstruktur Terhadap Efikasi Diri Pasien Gagal Jantung di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2016
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Arisandi, Yessi
Advisor:
Wahyuni, Aria
Adriani
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Edukasi kesehatan terstruktur, efikasi diri, gagal jantung.
DOI:
-
Abstract :
Pasien yang telah didiagnosis menderita penyakit kronis atau serius seperti gagal jantung mengalami suatu kondisi yang stressful yang berdampak munculnya masalah psikologis, diantaranya masalah efikasi diri. Data pasien gagal jantung yang dirawat di RSUD Dr Adnan WD Payakumbuh dalam dua tahun terakhir meningkat, pada tahun 2014 sebanyak 101 orang meningkat kurang lebih 50% pada tahun 2015 yaitu sebanyak 168 orang. Survey awal pada lima orang pasien gagal jantung di RSUD Dr. Adnan WD Payakumbuh didapatkan bahwa pasien kurang paham tentang penyakitnya dan merasa belum mampu melakukan kegiatan setelah pulang nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan edukasi kesehatan terstruktur terhadap efikasi diri pasien gagal jantung. Desain penelitian Quasi-eksperimen dengan pendekatan pre-post test without Control group. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal jantung dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 10 orang. Data di kumpulkan dengan menggunakan lembaran kuesioner, kemudian diolah dan dianalisa secara komputerisasi. Hasil analisa univariat diketahui rata-rata efikasi diri sebelum penerapan edukasi kesehatan terstruktur adalah 120,90 dan sesudah penerapan edukasi kesehatan terstruktur adalah 141,20. Hasil analisa bivariat ada perbedaan rata-rata efikasi diri pasien gagal jantung sebelum dan sesudah penerapan edukasi kesehatan terstruktur di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh tahun 2016, nilai p = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi kesehatan terstruktur terhadap efikasi diri pasien gagal jantung. Diharapkan pada pihak rumah sakit agar dapat membuat protap tentang pemberian edukasi kesehatan bagi pasien gagal jantung maupun pasien lain dengan penyakit kronis, sehingga bisa meningkatkan efikasi diri mereka.