Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SLTP Negeri 4 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2017
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Arora, Anggria
Advisor:
Naili, Syafrian
Putri, Nita Tri
Putri, Nita Tri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Kejadian Anemia Remaja Putri, Menstruasi.
DOI:
-
Abstract :
Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian khusus. Remaja putri termasuk golongan yang rawan menderita anemia karena mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan. Berdasarkan hasil penjaringan peserta didik tingkat Sekolah Menengah Kecamatan Lubuk Sikaping Tahun 2016 sebanyak 17,5 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SLTP Negeri 4 Lubuk Sikaping Tahun 2017. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.Populasi adalah seluruh remaja putri yang ada di SLTP Negeri 4 Lubuk Sikaping Tahun 2016, berjumlah 132 orang, dengan pengambilan sampel diambil secara total sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 12 13 Januari tahun 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, pemeriksaan status gizi, pembagian kuisioner dan melakukan pemeriksaan Hb. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil analisa univariat 61,4 % responden mengalami anemia, 52,3 % pengetahuan tinggi, 57,6 % mempunyai status gizi yang buruk, 52,3 % mempunyai pola makan yang tidak sehat, dan 59,1 % mempunyai siklus menstruasi yang tidak normal. Hasil analisa bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia yaitu pengetahuan (p = 0,037 dan OR = 2,292), status gizi (p = 0,034 dan OR = 3,304), pola makan ( p = 0,010 dan OR = 2,716) dan siklus menstruasi(p = 0,000 dan OR = 5,833). Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia adalah pengetahuan, status gizi, pola makan dan siklus menstruasi. Diharapkan pada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan promosi kesehatan pada remaja tentang gizi seimbang dan tetap melakukan penjaringan kesehatan peserta didik sekolah menengah tiap tahun.