Penerapan Model Pelayanan Kebidanan Terhadap Ibu Hami Resiko Tinggi Di Puskesmas Lubuk BasungTahun 2017

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Putri, Yeni Dewi
Advisor:
Hasnita, Evi
Rusti, Sukarsi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Trust, Ongoing dialog, Supporting normalcy, Penerapan model pelayanan kebidanan.
DOI:
-
Abstract :
Model pelayanan kebidanan adalah dimana seorang bidan bertugas untuk menangani wanita dari kehamilan, bersalin dan nifas yang mana bertujuan untuk menjalin hubungan dan rasa saling percaya antara bidan dan pasien sehingga mampu memberikan kepuasan kepada pasien. Model Kebidanan adalah suatu bentuk pedoman atau acuan yang merupakan kerangka kerja seorang bidan dalam memberikan asuhan kebidanan. Studi awal yang peneliti lakukan dari catatan selama tahun 2015 terdapat 40 orang ibu hamil resiko tinggi di Puskesmas Lubuk Basung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pelayanan kebidanan terhadap ibu hamil resiko tinggi di Puskesmas Lubuk Basung Kabupaten Agam Tahun 2017. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah ibu hamil resiko tinggi di puskesmas lubuk basung tahun 2017 sebanyak 46 orang, yang diambil secara Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesoner pada bulan Maret-April 2017 di puskesms lubuk basung dan diolah yaitu editing, entri data, cleaning data, tabulating data secara komputerisasi serta analisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat denagn uji Chi Square. Pada penelitian ini ditemukan proposisi penerapan model pelayanan kebidanan pada ibu hamil resiko tinggi dengan variabel independennya adalah trust yang kurang (50%), ongoing dialog yang kurang (54,3%), dan supporting normalcy yang kurang (30,4%). Dari uji statistic pada semua variabel didapatkan (pv=0,036), (pv=0,000), (pv=0,011), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara trust, ongoing dialog, dan supporting normalcy dengan penerapan model pelayanan kebidanan. Dari hasil penelitian diatas dapat dikemukakan bahwa masih banyaknya ibu hamil resiko tinggi yang tidak mendapatkan peneapan model pelayanan kebidanan yang baik. Untuk itu diharapkan kepada institusi puskesmas untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan terutama pada kehamilan resiko tinggi agar dapat menurunkan angka ibu hamil dengan resiko tinggi.
Download From Google Drive