Hubungan Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil dan Kejadian Anemia dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2017

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Yuspita, Defi
Advisor:
Hasnita, Evi
Lazdia, Wenny
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil, Kejadian Anemia, Berat Badan Bayi Baru Lahir.
DOI:
-
Abstract :
Berat badan lahir merupakan indeks yang terburuk untuk menentukan masa gestasi neonatus. Hal ini di sebabkan berat badan lahir sangat di pengaruhi oleh banyak faktor, dimana faktor tersebut merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor melalui suatu proses yang berlangsung selama berada dalam kandungan. Data Dinas Kesehatan Pasaman Barat menyatakan bahwa 205 kelahiran BBLR sedangkan di Puskesmas Sungai ditemukan 28 kelahiran BBLR. Angka Kejadian Anemia di Pasaman Barat aalah 17,4% dan 23,2% di Puskesmas Sungai Aur Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan berat badan ibu hamil dan kejadian anemia dengan berat badan baru lahir. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Aur pada Februari 2017. Populasi penelitian adalah ibu bersalin 2016 dengan jumlah 730 orang dan pengambilan sampel adalah simple random sampling, besar sampel ditentukan dengan rumus Slovin dengan jumlah responden 88 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar ceklist. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 70,5% responden memiliki peningkatan berat badan tidak normal, 52,3% responden mengalami kejadian anemia, 17% responden memiliki bayi berat badan lahir tidak normal. Hasil analisa bivariat dengan uji chi square menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan berat badan ibu dan kejadian anemia dengan berat badan bayi baru lahir. Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan berat badan ibu dan kejadian anemia dengan berat badan bayi baru lahir. Untuk itu diharapkan Bidan Koordinator dan bidan desa dapat lebih meningkatkan pelayanan asuhan antenatal sesuai standar yaitu pelayanan 10t sehingga dapat terdeteksi lebih cepat adanya penyimpangan pada ibu selama kehamilan dan desa meningkatkan pelayanan bayi baru lahir untuk menghindari adanya komplikasi pada bayi dengan berat badan lahir rendah.
Download From Google Drive