Faktor-faktor yang mempengaruhi Kejadian Partus Lama di RSUD Lubuk Sikaping Pasaman Tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Susanti, Welli
Advisor:
Oktavianis
Nurhayati
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Faktor-faktor, Kejadian Partus Lama.
DOI:
-
Abstract :
Partus lama merupakan salah satu penyebab kematian Ibu di Indonesia. Partus lama juga menimbulkan efek yang berbahaya baik bagi Ibu maupun bayi. Pada Ibu dapat menyebabkan atonia uteri, laserasi, perdarahan, infeksi, kelelahan Ibu, shock serta kelahiran dengan tindakan sedangkan pada bayi dapat menimbulkan asfiksia, trauma cerebri dan infeksi. Partus lama merupakan kasus kedua terbanyak di RSUD Lubuk Sikaping dari tahun 2014 hingga tahun 2016. Pada tahun 2014 tercatat 254 partus lama dari 823 persalinan, tahun 2015 meningkat menjadi 347 kasus dari 927 persalinan. Pada bulan Januari Oktober 2016 partus lama dari 623 persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian partus lama di RSUD Lubuk Sikaping Pasaman tahun 2016. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Ibu bersalin di ruang kebidanan RSUD Lubuk Sikaping pada tahun 2016 yang berjumlah 1.069 orang, pengambilan sampel yang berjumlah 292 orang dengan teknik simple random sampling. Analisa data di lakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi square. Hasil analisi univariat diketahui kejadian partus lama yaitu 151(51,7 %) dari 292 Ibu bersalin, 82,5 % tidak mengalami CPD , 81,8 % tidak mengalami malpresentasi/malposisi,80,5 % tidak mengalami inersia uteri , 78,1 % tidak mengalami KPD. Hasil bivariat diketahui factor yang berhubungan dengan kejadian partus lama yaitu CPD (p = 0,000 dan OR = 3,743) dan inersia uteri (p = 0,000 dan OR = 82,52). Dapat disimpulkan bahwa faktor yang brhubungan dengan kejadian partus lama adalah CPD dan inersia uteri. Diharapkan pada petugas Rumah Sakit khususnya ruang kebidanan agar selalu melakukan penilaian, pemeriksaan yang mendalam sreta pemantauan terhadap adanya komplikasi CPD dan inersia uteri.