Pengaruh Konsumsi Buah Kurma (phoenix dactylifera) Pada Akhir Kehamilan Terhadap Kemajuan Persalinan Kala I dan Kala III Pada Ibu Bersalin Primipara Di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Tahun 2017

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Hidriani, Amelia
Advisor:
Nurhayati
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Konsumsi Buah Kurma (phoenix dactylifera), Akhir Kehamilan, Kemajuan Persalinan Kala I dan Kala III.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 AKI 359 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian saat persalinan merupakan penyebab terbesar. Kurma (phoenix dactylifera) dengan kandungan gizi yang tinggi mengandung hormone oksitosin baik dikonsumsi diakhir kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh konsumsi kurma (phoenix dactylifera) pada akhir kehamilan terhadap kemajuan persalinan kala I dan kala III pada ibu bersalin primipara di wilayah kerja Puskesmas Biaro tahun 2017. Penelitian menggunakan metode penelitian eksperimen non equivalent control group. Teknik sample dengan purposive sample. Jumlah sample dalam penelitian ini 16 orang (8 orang perlakuan 8 orang kontrol). Perlakuan pada kelompok ini yaitu diberikannya kurma matang sebanyak 100 gr sejak usia kehamilan 38 minggu hingga bersalin. Penelitian dilakukan pada November 2016 s/d Maret 2017. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan partograf. Melihat perbedaan rata-rata pembukaan serviks kala I dan lama kala III digunakan uji t-test dan man withney dengan kemaknaan signifikan p<0,05. Hasil penelitian menunjukan rata-rata pembukaan serviks setiap 1 cm pada ibu bersalin primipara yang mengkonsum kurma 59,7 meni, tidak mengkonsumsi 90,38 menit. Rata-rata lama Kala III ibu mengkonsumsi kurma 7,5 menit, tidak mengkonsumsi buah kurma 11,88 menit. Ada perbedaan lama pembukaan serviks per 1 cm pada ibu bersalin primipara yang mengkonsumsi kurma dengan tidak mengkonsumsi kurma, nilai p= 0,009 (p < 0,05 ). Ada perbedaan lama kala III pada ibu bersalin primipara yang mengkonsumsi kurma dengan tidak mengkonsumsi kurma, nilai p= 0,021 (p < 0,05 ). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kurma pada akhir kehamilan akan mempercepat pembukaan serviks dan mempercepat proses pelepasan plasenta. Berdasarkan hal diatas diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat menganjurkan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi buah kurma dan peneliti selanjutnya dapat dapat meneliti kadar kandungan oksitosin dalam buah kurma.
Download From Google Drive