Faktor-Faktor Apa Saja Yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonaturum di RSUP Dr. M Djamil Padang tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Darma, Melva Anggriani
Advisor:
Adriani
Rifdi, Febriniwati
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Usia Kehamilan, ketuban pecah dini plasenta previa, BBLR dan Kejadian Asfiksia.
DOI:
-
Abstract :
Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi yaitu 34/1.000 kelahiran hidup. Sekitar 65% kematian terjadi pada periode sangat dini yaitu dimasa neonatal. Adapun penyebab langsung kematian bayi baru lahir salah satunya asfiksia (13%). Angka kejadian asfiksia di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2013 terdapat 1220 dari 85 kasus (6,9%) pada bayi baru lahir dan pada tahun 2014 terdapat 1120 dari 90 kasus (7,3%) pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Apa Saja Yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonaturum di RSUP Dr. M Djamil Padang tahun 2016. Jenis penelitian analitik dengan desain kohort retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang dirawat di ruangan Perinatal RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015 sebanyak 580 orang diambil dari Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling dengan seluruh populasi dijadikan sampel. Penelitian dilakukan pada bulan September 2016. Analisa data menggunakan uji statistik chi square dengan derajat kepercayaan = 0,05. Hasil penelitian kurang dari separoh (25,9%) responden mengalami kejadian asfiksia. Kurang dari separoh (43,1%) responden memiliki usia kehamilan beresiko. Kurang dari separoh (28,3%) responden mengalami ketuban pecah dini. Kurang dari separoh (36,2%) responden mengalami plasenta previa, kurang dari separoh (32,8%) responden mengalami bayi berat lahir rendah. Ada hubungan usia kehamilan, ketuban pecah dini, plasenta previa, bayi berat lahir rendah dengan kejadian asfiksia. Hasil uji statistik chi square menunjukan adanya hubungan antara usia kehamilan (p = 0,001 dan RR = 6,93), ketuban pecah dini (p = 0,001 dan RR = 3,9), plasenta previa (p = 0,001 dan RR = 4,2), bayi berat lahir rendah (p = 0,001 dan RR = 3,8) dengan kejadian asfiksia neonaturum di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2016. Disimpulkan bahwa sebagian besar usia kehamilan, ketuban pecah dini, plasenta previa dan bayi berat lahir rendah ada hubungan dengan kejadian asfiksia neonaturum di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2016. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan informasi pada ibu hamil tentang kunjungan antenatal care dan tanda-tanda bahaya selama kehamilan agar keadaan kehamilannya baik dan tidak terjadi resiko pada janin dan ibu hamil.