Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus) terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Partum di Puskesmas Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Benzi, Ranti Gabriella
Advisor:
Afriyanti, Detty
Harisnal
Harisnal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Ekstrak daun katuk, peningkatan produksi ASI.
DOI:
-
Abstract :
Daun katuk serat akan senyaw fitokimia yang berkhasiat sebagai obat. Kandungan alkaloid dan sterol dari daun katuk dapat meningkatkan produksi ASI. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan didapatkan dari 18 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan ditemukan data cakupan pemberian ASI Eksklusif terendah adalah Puskesmas Kambang (58,8%) dan nomor dua terendah Puskesmas Tarusan (67,5%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas Pemberian Ekstrak Daun Katuk (Sauropus Androgynus) terhadap Produksi ASI pada Ibu Post Partum di Puskesmas Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2016. Desain penelitian quasi eksperimen. Penelitian ini One Group Pretest-Postest dengan Populasi pada penelitian ini adalah ibu post partum yang berada di Puskesmas Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 53 orang dengan sampel 10 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 03 09 Oktober 2016. Analisa data menggunakan uji statistik T test dengan derajat kepercayaan = 0,05. Hasil penelitian rerataproduksi ASI sebelum diberikan ekstrak daun katuk dengan mean 3,70 maka dikategorikan masih kurang, standar deviasi 0,949 dengan nilai terendah adalah 2 dan nilai tertinggi adalah 5. Rerata produksi ASI sesudah diberikan ekstrak daun katuk dengan mean 6,5 maka dikategorikan cukup, standar deviasi 0,972 dengan nilai terendah adalah 5 dan nilai tertinggi adalah 8. Selisih rerata produksi ASI sebelum dan sesudah diberi ekstrak daun katuk adalah -2,80. Setelah dilakukan uji statistik T-test didapatkan nilai p value (0,000) < 0,05. Maka terdapat perbedaan peningkatan produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan ekstrak daun katuk. Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya pada program KIA untuk dapat memberikan penyuluhan tentang pemberian ekstrak daun katuk yang berguna untuk membantu peningkatan produksi ASI.