Hubungan Status Gizi dan Pola Asuh dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sikabu Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2015
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Herwinda
Advisor:
Oktavianis
Fizran
Fizran
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Status Gizi, Pola Asuh, Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode emas atau windows of Oppurtunity seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kekurangan gizi pada awal kehidupan anak akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Anak yang kurang gizi akan lahir pendek dan berpengaruh terhadap perkembangan kognitifnya. Data awal dari dari Puskesmas Sikabu, pada hasil penimbangan massal tahun 2014 dari 869 bayi dan balita didapatkan 34 orang anak dengan keadaan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sikabu tahun 2015. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sikabu sebanyak 267 orang. Sampel diambil dengan tekhnik simple random sampling yaitu sebanyak 73 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari s/d Februari 2016 dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak dan menggunakan kuesioner. Data diolah secara komputerisasi, kemudian di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan rumus chi - square. Hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan sebanyak 9 orang (12,3%), sebagian besar (78,1%) responden memiliki anak dengan status gizi baik, sebagian besar (82,2%) responden memberikan asuhan yang baik bagi anaknya dan terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikabu tahun 2015. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi dan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sikabu. Ibu yang mempunyai anak balita terutama anak usia 624 bulan perlu diberikan penyuluhan, konseling dan informasi penting menyangkut status gizi anak khususnya bagi ibu yang mempunyai anak stunting dan kurang memberikan pola asuh yang baik. Untuk tindak lanjut bagi anak stunting diperlukan adanya kolaborasi dengan petugas gizi dan dokter dalam menangani kasus.