Hubungan Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga di wilayah kerja Puskesmas Padusunan Kota Pariaman Tahun 2016
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Yenita
Advisor:
Febriyeni
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pengetahuan dan Sikap, Kepala Keluarga, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
DOI:
-
Abstract :
Salah satu visi Indonesia sehat 2015 adalah membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Dari 7 Puskesmas yang ada di Kota Pariaman, Puskesmas Padusunan termasuk cakupan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) belum mencapai target. Dari 1966 jumlah KK yang dipantau didapatkan hasil 287 (14,76%) rumah tangga yang melakukan PHBS, sehingga didapatkan data Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 82,1%, bayi yang diberi ASI Ekslusif 75%, BGM 1,3%, Diare 63,33%, Ispa 324,9%, Infeksi kulit 1,6% penimbangan Balita 87,9% dan ketersediaan air bersih 95,0%, menggunakan jamban 68,1%. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan pengetahuan dan sikap kepala keluarga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Padusunan Kota Pariaman Tahun 2016. Penelitian ini bersifat survey analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Maret tahun 2016, populasi 107 kepala keluarga yang memiliki balita. Pengolahan data dilakukan dengan langkah editing, coding, entry dan cleaning. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunalkan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini di dapatkan lebih dari sebahagian responden (64,5%) memiliki pengetahuan yang tinggi, (62,6%) memiliki sikap positif, (85,0%) tidak berperilaku hidup bersih dan sehat. Setelah dilakukan uji statistik chi square terdapat hubungan pengetahuan dengan p value 0,018 dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sikap responden dengan p value 0,051 dengan perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Padusunan Kota Pariaman Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Dan diharapkan kepala keluarga menerapkan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.