Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus di RSUD Pariaman Tahun 2015
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Elimilwati
Advisor:
Hasnita, Evi
Adriani
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Abortus, anemia, status gizi, penyakit infeksi dan Paritas.
DOI:
-
Abstract :
Di Indonesia angka kejadian diperkirakan terjadi sekitar 2-2,5 juta ibu hamil mengalami abortus setiap tahunnya. Menurut laporan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat angka kejadian abortus berkisar 7,1 %. Sementara kejadian abortus di RSUD Pariaman dari tahun ke tahun terus meningkat, tahun 2012 tercatat jumlah kasus abortus sebanyak 184 orang (20%), tahun 2013 sebanyak 228 orang (24,5%) sedangkan tahun 2014 tercatat jumlah abortus sebanyak 253 orang (26,4%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di RSUD Pariaman tahun 2015. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan desain Penelitian Kohort Retrospektif. Penelitian ini dimulai pada bulan Desember 2015 sampai dengan Januari 2016. Populasi daribpenelitian ini adalah seluruh ibu yang dilayani di RSUD Pariaman pada bulan Juli smpi dengn Desember tahun 2015 dengan Teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan cheklis, dilakukan pengolahan data dengan komputerisasi serta dianalisis dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat menunjukan kejadian abortus 74,7%, anemia 49,7%, status gizi tidak normal 43,0%, penyakit infeksi 53,0% dan paritas beresiko 55,7%. Hasil Analisa Bivariat ada hubungan yang bermakna antara anemia dengan kejadian Abortus (p < 0,05) RR=1,294, ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian Abortus (p < 0,05) RR=1,155, ada hubungan yang bermakna antara penyakit infeksi dengan kejadian Abortus (p < 0,05) RR=0,892 dan ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian Abortus (p < 0,05) RR=1,269. Dari hasil penelitian ditas diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang tepat untuk penanggulangan secara dini dalam menangani kasus yang berhubungan dengan kejadian abortus.