Perbedaan Penggunaan Prostaglandin dan Misoprostol pada Penanganan Perdarahan Postpartum di Ruang Bersalin RSUD Pasaman Barat Tahun 2016

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Mainita
Advisor:
Sulung, Neila
Santy, Rini
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Prostaglandin, Misoprostol, Perdarahan Postpartum.
DOI:
-
Abstract :
Perdarahan postpartum merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data SDKI (2012) menyebutkan bahwa prevalensi perdarahan post partum di Indonesia adalah 13,6%, sedangkan di Sumatera Barat terdapat 19,2% kejadian perdarahan postpartum. Uteronika yang biasa digunakan untuk penanganan perdarahan postpartum adalah jenis prostaglandin yaitu oksitosin. Selain oksitosin, penggunaan misoprostol juga digunakan untuk penanganan perdarahan postpartum. misoprostol adalah analog prostaglandin E1, yang pertama kali diterima oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai obat ulkus peptikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan prostaglandin dan misoprostol dalam penanganan perdarahan postpartum di Ruang Bersalin RSUD Pasaman Barat Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment, Penelitian dilakukan di Ruang Bersalin RSUD Pasaman Barat pada tanggal 5 Januari 2016 20 Februari 2016. Populasi penelitian adalah ibu bersalin yang mengalami perdarahan postpartum pengambilan sampel adalah porpusive sampling dengan responden 10 orang diberi perlakuan dengan prostaglandin dan 10 orang diberi perlakuan dengan misoprostol. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengukuran volume darah. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan t test independent. Hasil analisa univariat diketahui rerata volume darah pada kelompok pemberian misoprostol adalah 393,5 ml dengan standar deviasi 81,242. Rerata volume darah pada kelompok pemberian prostaglandin adalah 260 ml. Hasil uji statistik didapatkan nilai p 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rerata penurunan volume darah setelah pemberian misoprostol dan prostaglandin di RSUD Pasaman Barat Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka disarankan pada RSUD Pasaman Barat untuk menyediakan misoprostol pada proses pengadaan obat (proses e catalog) dan prostaglandin sehingga ada alternatif lain yang bisa digunakan untuk penanganan pasien perdarahan postpartum.
Download From Google Drive