Analisis Ketidakikutsertaan Pria Memakai Alat Kontrasepsi di Polres Sawahlunto Tahun 2015
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Bandaria, Wyta
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
Wahyuni, Aria
Wahyuni, Aria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Analisis, Ketidakikutsertaan Pria, Alat Kontrasepsi.
DOI:
-
Abstract :
Bentuk partisipasi pria dalam KB secara langsung yaitu dengan menggunakan salah satu cara kontrasepsi untuk pencegahan/ penundaan kehamilan seperti vasektomi dan kondom. Namun partisipasi pria dalam program KB di Indonesia masih sangat rendah, hanya 2 % yang terdiri dari kondom 1,8 % dan vasektomi 0,2 %. Akseptor KB aktif di lingkungan Polres Sawahlunto terdapat 4 orang (2,03%) akseptor KB kondom dan MOP (0%). Tujuan penelitian untuk menganalisis tentang ketidakikutsertaan pria dalam memakai alat kontrasepsi di Polres Sawahlunto tahun 2015, dilihat dari segi pengetahuan, persepsi, dukungan istri dan peran petugas. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari 5 pria PUS di Polres Sawahlunto, 2 istri dari pria PUS, 1 pengurus KB Polres Sawahlunto, Kasat Polres Sawahlunto. 1 pemegang program KB Puskesmas Sei Durian, Kepala Puskesmas Sei Durian, dan unsur BKKBN Sawahlunto, secara purposive sampling. Penelitian dilakukan tanggal 3 10 Maret 2016. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, kemudian diolah dengan model Miles dan Huberman, serta dianalisis dengan metode Colaizzi. Hasil penelitian diperoleh bahwa Pria maupun istri PUS tidak mengetahui tentang jenis-jenis kontrasepsi pria, masih ada persepsi negatif dari pria maupun istri dari pria PUS tentang alat kontrasepsi pria. Tidak adanya dukungan yang diberikan oleh istri untuk penggunaan alat kontrasepsi pria, karena istri sudah merasa nyaman dengan alat kontrasepsi yang digunakan. Peran petugas masih sangat minim dalam memberikan informasi tentang alat kontrasepsi psia. Petugas hanya terfokus pada penggunaan alat kontrasepsi pada wanita. Ketidakikutsertaan pria dalam menggunakan kontrasepsi disebabkan karena kurangnya pengetahuan, persepsi negatif, tidak adanya dukungan istri dan kurangnya peran petugas. Saran terhadap pihak PLKB Polres Sawahlunto agar mengadakan kerjasama dengan Puskesmas untuk memberikan penyuluhan dan konseling sehubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi pria.