Pengaruh Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan Ibu hamil mengenai KIA di wilayah kerja puskesmas Lansat Kadap Tahun 2015
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Anggriani, Dika
Advisor:
Evareni, Lisma
Wahyuni, Aria
Wahyuni, Aria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Kelas Ibu Hamil, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, KIA.
DOI:
-
Abstract :
Upaya akselerasi penurunan AKI diantaranya melalui kegiatan KIE berupa penyuluhan tentang kesehatan ibu hamil. Di Wilayah Kerja Puskesmas Lansat Kadap, pelaksanaan kelas ibu hamil belum berjalan dengan optimal, dari 26 bidan hanya 3 orang bidan yang sudah mendapatkan pelatihan tentang pelaksanaan kelas ibu hamil. Sedangkan syarat utama fasilitator pelaksanaan kelas ibu hamil adalah bidan yang sudah pernah mengikuti pelatihan kelas ibu hamil. Serta masih banyak penyuluhan yang dilakukan melalui konsultasi perorangan atau kasus per kasus yang diberikan bidan pada saat pemeriksaan antenatal atau pada kegiatan posyandu. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan Ibu hamil mengenai KIA. Desain penelitian Quasi-eksperimen dengan rancangan pre-post test dalam satu kelompok (One-Group Pretest-posttest Design). Populasi adalah seluruh ibu hamil yang ada di 3 nagari di wilayah kerja puskesmas Lansat Kadap. Sampel berjumlah 48 orang, yang diambil secara total Sampling. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil analisa univariat diketahui rerata pengetahuan sebelum intervensi adalah 18 dan setelah intervensi 26,65. Rerata keterampilan sebelum intervensi adalah 74,42 dan setelah intervensi 84,73. Hasil analisa bivariat diketahui ada perbedaan nilai pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai KIA sebelum dan sesudah pelaksanaan kelas ibu hamil (p = 0,000). Disimpulkan bahwa ada pengaruh pelaksanaan kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai KIA. Oleh sebab itu diharapkan pada pihak Puskesmas agar melaksanakan kelas ibu hamil sebagai salah satu kegiatan rutin seperti kegiatan posyandu dan mengarahkan agar kegiatan tersebut bersifat mandiri dari masyarakat.