Gambaran Kualitas Penyimpanan Vaksin oleh Bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman Tahun 2015
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Yuswita
Advisor:
Afriyanti, Detty
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Alat Pemantau Suhu, Kualitas Penyimpangan Vaksin, Penempatan Lemari Es, Penempatan Vaksin.
DOI:
-
Abstract :
Vaksin merupakan unsur biologis yang memiliki karakteristik tertentu dan memerlukan penanganan rantai vaksin secara khusus sejak diproduksi di pabrik hingga dipakai di unit pelayanan. Kualitas vaksin akan berdampak pada terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Di wilayah kerja Puskesmas Rao selama tahun 2014 ditemukan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yaitu 4% mengalami reaksi lokal ringan seperti nyeri pada tempat suntikan dan bengkak, 4% mengalami reaksi umum seperti rewel dan demam. Hasil observasi penyimpanan vaksin yang dilakukan terhadap 10 orang bidan pada tanggal 24 Februari 2015, peneliti menemui bahwa 6 orang bidan belum melakukan pengaturan suhu vaksin dengan baik, dan terdapat 4 orng bidan yang menyimpan vaksin dalam lemari es dengan cara ditumpuk tanpa ada jarak. Tujuan penelitian untuk mengetahui Gambaran Kualitas Penyimpanan Vaksin oleh Bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman Tahun 2015. Desain penelitian observasi untuk menilai kualitas penyimpanan vaksin oleh bidan. Populasi adalah seluruh Bidan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Rao, sebanyak 33 orang. Sampel berjumlah 33 orang, yang diambil secara total Sampling. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara manual menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian diketahui 69,7 % responden menempatkan lemari es tidak sesuai standar, 60,6 % menempatkan vaksin dalam lemari es tidak sesuai standar, dan 66,7 % menempatkan menggunakan alat pemantau suhu lemari es tidak sesuai standar. Disimpulkan bahwa masih cukup banyak bidan yang memiliki kualitas penyimpangan vaksin tidak sesuai standar. Oleh sebab itu diharapkan pada bidan agar dapat memperhatikan penempatan vaksin, untuk menjaga kualitas vaksin dalam rangka mencegah KIPI.