Pengaruh Metode Bedside Teaching terhadap Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II pada Mahasiswa Semester VI Akademi Kebidanan di RSUD Pasaman Barat Tahun 2015
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Syahfiyenti, Femmi
Advisor:
Lazdia, Wenny
Zuraida
Zuraida
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Metode Bedside Teaching, Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II.
DOI:
-
Abstract :
Kompetensi bidan dalam menolong persalinan harus dipersiapkan sejak bidan masih menempuh pendidikan. Penguasaan dengan baik terhadap bahan pelajaran, akan sangat membantu peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. Beside teaching merupakan metode pembelajaran di mana pembelajar mengaplikasikan kemampuan kognitif, psikomotor dan afektif secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bedside teaching terhadap keterampilan mahasiswa semester VI Akademi Kebidanan di RSUD Pasaman Barat Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment, yaitu penelitian yang dilakukan dengan memberikan perlakukan pada responden dengan desain penelitian pre and post test only control group design. Penelitian dilakukan di RSUD Pasaman Barat pada Juli Agustus 2015. Populasi penelitian adalah mahasiswa akademi kebidana yang praktek di RSUD Pasaman Barat, pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah responden 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji ttest. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai rata rata pretest keterampilan pertolongan persalinan kala II adalah 56,5, nilai rata rata posttest keterampilan pertolongan persalinan kala II adalah 69,1. Berdasarkan hasil uji t test diketahui nilai sgnifikansi 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode bedside teaching terhadap keterampilan pertolongan persalinan kala II mahasiswa Akademi Kebidanan di RSUD Pasaman Barat Tahun 2015. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka disarankan pada RSUD Pasaman Barat hendaknya memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang praktek untuk melihat dan menyaksikan langsung pertolongan persalinan, dan hendaknya pembimbing lapangan melakukan metode bedside teaching kepada mahasiswa agar mahasiswa dapat menguasai keterampilan pertolongan persalinan kala II.