Perbedaan Rata- Rata Kekuatan Otot Lansia Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Senam Lansia Di Jorong Baruah Padang Tarok Kecamatan Baso Kabupaten Agam Tahun 2014
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ningsih, Siska Wartati
Advisor:
Yenni
Rahmiwati
Rahmiwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Lansia,Metode latihan, Kekuatan otot.
DOI:
-
Abstract :
Kekuatan otot pada lansia berdasarkan beberapa penelitian akan mengalami penurunan besarnya 5-10% per dekade pada orang dewasa yang tidak melatih ototnya. Pada populasi lansia terdapat penurunan kekuatan otot. Hal ini dapat ditangani dengan senam lansia dapat melatih kemampuan otot sendi. Kemampuan otot apabila semakin sering dilatih maka cairan sinovyal akan meningkat atau bertambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata kekuatan otot lansia sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia di Jorong Baruah Padang Tarok. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan yang digunakan pretest-postest, dengan jumlah sampel 20 orang, yang dilaksanakan pada Bulan Desember 2014. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS dengan uji t-test dependen. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan rata-rata kekuatan otot lansia sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia. Kekuatan otot lansia pre test adalah 3,45 dan post test adalah 3,64 dan kemudian rata-rata pre test dan post test 0,18 dan standar deviasi 0,14 dengan nilai P = 0,0005 dan = 0.005. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kekuatan otot lansia sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia. Diharapkan kepada pihak puskesmas khusunya lansia agar dapat memberikan informasikan kepada masyarakat tentang manfaat pelaksanaan senam lansia melalui penyuluhan-penyuluhan dan sosialisasi untuk melaksanakan senam lansia.