Hubungan Keterpaparan Asap Di Dalam Rumah Dengan Gejala ISPA non Pneumonia Pada Anak Balita Di Jorong Parit Putus Kec. IV Angkek Kab.Agam Tahun 2015

Categorie(s):
   Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
   Yasniati, Yosi
Advisor:
Nengsih, Widya
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Keterpaparan Asap, Gejala ISPA non Pneumonia.
DOI:
-
Abstract :
ISPA merupakan penyakit utama yang menyebabkan kematian pada bayi dan menempati posisi pertama angka kesakitan balita. Kejadian ISPA dinegara maju didominasi oleh virus, sedangkan di negara berkembang ISPA sering disebabakan oleh bakteri seperti s.pneumonia dan H. influenza. ( word Health Organization,2007). Pravalensi ISPA di Indonesia sebanyak 25,0%.Pravalensi ISPA pada tahun 2013 di sumarta barat adalah 25,7% (Riskesdas 2013). Jenis Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Membahas tentang Hubungan Keterpaparan Asap Di Dalam Rumah Dengan Gejala Ispa Non Pneumonia Pada Anak Balita Di Jorong Parit Putus kec. Ampek Angkek kabupaten Agam tahun 2015. Adapun Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di Jorong Parit Putus kecamatan Ampek Angkek Bukitiinggi yang berjumlah 47 orang balita dengan sample berjumlah 47 orang balita dengan pengambilan sampel secara total sampling yaitu sampel diambil secara keseluruhan dari populasi yang ada di Jorong Parit Putus Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Tahun 2015. Teknik pengumpulan data dengan kuisioner. Analisa dan dilakukan secara komputerisasi meliputi analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan keterpaparan asap rokok dan pengguna kayu bakar di dalam rumah dengan gejala ISPA non pneumonia (95%CI=1,16-6,60) Proporsi analisis multivariable kondisi rumah yang tidak benar-benar hygienis,anggota keluarga yang terjangkit ISPA,dan orang tua pengguna kompor minyak tanah yang memiliki hubungan yang singnifikan terhadap gejala ISPA pada balita. Dapat disimpulkan, paparan asap tidak ada hubungan nya dengan terdiagnosa ISPA pada anak balita. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka kejadian ISPA pada anak balita. Disaran kan kepada orang tua yang memiliki balita untuk menjauhi balitanya dari orang yang terkena ISPA,kompor minyak tanah dan polusi asap lainnya.
Download From Google Drive