Hubungan Tingkat Pengetahuan, Pola Diet, dan Dukungan Keluarga dengan Perubahan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Interne Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2014
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Nurmayati
Advisor:
Adriani
Ramayani, Shinta
Ramayani, Shinta
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Kadar Gula Darah, Pengetahuan, Pola Diet, Dukungan Keluarga.
DOI:
-
Abstract :
Diabetes Melitus merupakan penyakit menahun yang dewasa ini prevalensinya semakin meningkat. Menurut Riskedas Tahun 2013 Prevalensi penderita Diabetes Melitus di provinsi Sumatera Barat adalah 8%. Berdasarkan data RM Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar tahun 2013 jumlah penderita DM sebanyak 4.196 pasien. Dalam usaha untuk mencapai kadar gula darah yang normal dibutuhkan pengetahuan, tenaga, motivasi , waktu dan program diet dan dukungan keluarga serta kerjasama antara penderita Diabetes Melitus dengan tim kesehatan (dokter, perawat dan ahli gizi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, pola diet, dan dukungan keluarga dengan perubahan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Di Poliklinik Interne Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2014. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 50 sampel, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisa dengan menggunakan univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan 58% responden mempunyai pengetahuan rendah, 64% responden melakukan pola diet yang sesuai, 60% responden tidak mendapatkan dukungan yang baik dan 54% responden mengalami penurunan kadar gula darah. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,003 ; OR = 8,07x), pola diet (p value = 0,002 ; OR = 8,94x) dan dukungan keluarga (p value = 0,000 ; OR = 21x) dengan perubahan kadar gula darah penderita Diabetes Melitus. Penelitian ini menyimpulkan pengetahuan dan dukungan keluarga faktor yang dominan dengan perubahan kadar gula darah Diabetes Melitus. Disarankan agar pasien dapat mengatur pola diet dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak dan karbohidrat agar kadar glukosa darah tetap normal, disamping berolahraga secara rutin minimal 3 kali dalam seminggu serta menjaga berat badan agar tetap stabil.