Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita Di Jorong Halaban Wilayah Kerja Puskesmas Halaban Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2015

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Novia, Dina
Advisor:
Ermiza
Ramayani, Shinta
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
ISPA, Lingkungan, Status Gizi, Pengetahuan.
DOI:
-
Abstract :
Di Indonesia, ISPA juga merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien pada sarana kesehatan. Prevalensi kejadian ISPA berdasarkan diagnosis dan gejala adalah 26,38%. Puskesmas Halaban merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Lima Puluh Kota yang memiliki kasus ISPA tertinggi. Pada tahun 2013, angka kesakitan ISPA mencapai 2.089 dari 4016 balita (67,46%). Faktor resiko ISPA adalah Lingkungan, Status Gizi dan Pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita Di Jorong Halaban Wilayah Kerja Puskesmas Halaban Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2014 Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan di Jorong Halaban Puskesmas Halaban pada tanggal 5 19 Januari 2015. Dari populasi 517 balita, ditentukan sampel sebanyak 84 balita, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui format pengumpulan data, wawancara dan penimbangan berat badan dan dianalisis dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Dari hasil analisa data didapatkan 61,9% balita yang tinggal dengan lingkugan yang kurang baik, 64,3% balita mengalami status gizi yang abnormal, 58,3% ibu balita mempunyai pengetahuan yang rendah dan 58,3% balita terdiagnosa menderita ISPA. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan hubungan bermakna antara lingkungan (p=0,001 ; OR=6,14), status gizi (p=0,018 ; OR=3,5) dan pengetahuan (p=0,044 ; OR=2,9) Dapat disimpulkan bahwa lingkungan, status gizi dan pengetahuan berkaitan erat dengan terjadinya ISPA. Diharapkan bagi petugas Puskesmas lebih meningkatkan penyuluhan tentang kejadian ISPA dan peningkatan status gizi pada balita, dan cara pencegahan ISPA pada balita dan memberi motivasi pada masyarakat untuk dapat menerapkan melalui penyuluhan individu untuk menurunkan angka kejadian ISPA pada balita
Download From Google Drive