Efektifitas Pemberian Air Remasan Cincau dan Jus Belimbing Manis Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Nagari Padang Tarok Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tarok Kecamatan Baso Kabupaten Agam Tahun 2014
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Mariati, Aci
Advisor:
Rudjito
Betriana, Feni
Betriana, Feni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Efektifitas, Tekanan Darah, Pasien Hipertensi.
DOI:
-
Abstract :
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis ( dalam jangka waktu lama). Hipertensi termasuk dalam lima besar penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2012 diperkirakan 20 juta orang Indonesia menderita hipertensi. Cincau dan buah belimbing telah dikenal bangsa Indonesia sebagai salah satu obat alternatif bagi penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas air remasan cincau dan buah belimbing manis terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Nagari Padang Tarok Wilayah Kerja Puskesmas Padang Tarok Kecamatan Baso Kabupaten Agam Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah Quasi-eksperimen dengan rancangan test dalam satu kelompok (one-group pretest-posttest). Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2014 dengan jumlah populasi sebanyak 297 orang. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 20 orang sampel. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi yaitu pengukuran tekanan darah responden. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji t- dependent test untuk mengetahui efektifitas masing-masing tindakan dan uji t-independent test untuk mengetahui tingkat efektifitas antara air remasan cincau dan belimbing manis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian air remasan cincau efektif terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi dengan rata-rata penurunan tekanan darah sebesar 4,40/ 3,30 mmHg dan nilai p = 0,000/0,000 dan pemberian jus belimbing manis juga efektif terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi dengan rata-rata penurunan tekanan darah sebesar 5,40/3,10 mmHg dengan nilai p = 0,000/0,000. Pemberian air remasan cincau dan belimbing manis sama-sama efektif terhadap penurunan tekanan darah dan tidak terdapat perbedaan rata-rata penurunan yang berarti dengan nilai p = 0,41/0,72. Dapat disimpulkan bahwa pemberian air remasan cincau dan pemberian belimbing manis sama-sama efektif terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. Diharapkan kepada masyarakat, khususnya penderita hipertensi untuk dapat memanfaatkan air remasan cincau dan belimbing manis sebagai salah satu upaya pengobatan dan pencegahan hipertensi.