Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Pada Neonatus Di RSUD Pariaman Tahun 2016

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Yohanda, Erisa
Advisor:
Oktavianis
Putra, Billy Harnaldo
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Ikterus Neonatorum, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), Asfiksia Neonatorum, Sepsis, dan Hipoglikemia.
DOI:
-
Abstract :
Ikterus neonatorum Merupakan keadaan klinis pada bayi yang ditandai pewarnaan ikterus pada kulit dan sklera akibat akumulasi bilirubin tidak terkonjugasi yang berlebih ditemukan dalam minggu pertama kehidupan dimana kejadiannya terdapat 60% pada bayi cukup bulan dan 80% bayi kurang bulan (Rukiyah, 2010). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus pada neonatus Di RSUD Pariaman Tahun 2015 dimana faktor yang diambil yakni BBLR, Asfiksia, Sepsis dan Hipoglikemia. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei-Juli 2016 di RSUD Pariaman tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional, dimana data akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Metode yang dilakukan untuk memperoleh data tersebut dilakukan dengan teknik pengumpulan data skunder dengan 354 responden yang terdiridari 177 kelompok kasus dan 177 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan alat ukur ceklist. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan sianalisis dengan menggunakan komputer program Microsoft excel dan program statistik (SPSS). Analisis data mencakup univariat dengan mencari distribusi frekuensi, Analisis Bivariat dilakukan terhadap dua variable, untuk melihat hubungan variable terikatdan variable bebas (uji chi square (p < 0,05). Hasil analisis bivariat didapatkan hubungan BBLR dengan kejadian ikterus (p = 0,000), hubungan Asfiksia dengan kejadian ikterus (p = 0,000), hubungan sepsis dengan kejadian ikterus (p = 0,000) dan hubungan hipoglikemia dengan kejadian ikterus (p = 0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara BBLR, Asfiksia, Sepsis dan Hipoglikemia dengan angka kejadian ikterus neonatorum Di RSUD Pariaman dimana Bayi dengan berat lahir rendah dan bayi dengan riwayat Asfiksia lebih berisiko terhadap angka kejadian Ikterus Neonatorum.
Download From Google Drive