Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia Batuh Hampa Di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kelurahan Tarok Dipo Bukitinggi Tahun 2014
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Nandia, Ayu
Advisor:
Silvia
Febrina, Cory
Febrina, Cory
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Pemanfaatan posyandu, lansia.
DOI:
-
Abstract :
Posyandu lansia adalah pospelayanan terpadu untuk masyarakat lansia di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia Batu Hampa Di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kelurahan Tarok Dipo Bukitinggi Tahun 2014.
Penelitian ini dilakukan pada bulan desember 2014 hingga Januari 2015.Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 68 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji statistic adalah Chi Square dengannilai P=0,05. Hasil penelitian didapatkan (64,7%) lansia dengan kategori pengetahuan rendah (51,5%) lansia menyatakan bahwa peran kader posyandu baik, (52,9%) lansia dengan kategori motivasi rendah, (50%) lansia dengan kategori dukungan keluarga baik, (55,9%) lansia dengan status ekonomi rendah (miskin), (54,4%) lansia tidak memanfaatkan layanan posyandu lansia dengan baik. Ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,000, OR = 10,133), peran kader lansia (p = 0,001, OR = 5,990), motivasi (p = 0,001, OR = 6,600), dukungan keluarga (p = 0,000, OR = 9,257), dan status ekonomi (p = 0,018, OR = 3,742) dengan pemanfaatan posyandu lansia. Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, peran kader, motivasi, dukungan keluarga, dan status ekonomi dengan pemanfaatan posyandu lansia. Diharapkan kepada pihak institusi kesehatan, khususnya Puskesmas Guguk Panjang untuk dapat lebih meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan serta peningkatan kegiatan layanan posyandu lansia demi meningkatkan pengetahuan dan motivasi lansia untuk mengikuti dan memanfaatkan layanan posyandu lansia dengan baik.
Penelitian ini dilakukan pada bulan desember 2014 hingga Januari 2015.Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 68 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji statistic adalah Chi Square dengannilai P=0,05. Hasil penelitian didapatkan (64,7%) lansia dengan kategori pengetahuan rendah (51,5%) lansia menyatakan bahwa peran kader posyandu baik, (52,9%) lansia dengan kategori motivasi rendah, (50%) lansia dengan kategori dukungan keluarga baik, (55,9%) lansia dengan status ekonomi rendah (miskin), (54,4%) lansia tidak memanfaatkan layanan posyandu lansia dengan baik. Ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,000, OR = 10,133), peran kader lansia (p = 0,001, OR = 5,990), motivasi (p = 0,001, OR = 6,600), dukungan keluarga (p = 0,000, OR = 9,257), dan status ekonomi (p = 0,018, OR = 3,742) dengan pemanfaatan posyandu lansia. Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, peran kader, motivasi, dukungan keluarga, dan status ekonomi dengan pemanfaatan posyandu lansia. Diharapkan kepada pihak institusi kesehatan, khususnya Puskesmas Guguk Panjang untuk dapat lebih meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan serta peningkatan kegiatan layanan posyandu lansia demi meningkatkan pengetahuan dan motivasi lansia untuk mengikuti dan memanfaatkan layanan posyandu lansia dengan baik.